Keindahan

Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber­asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.

Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:

  1. Keindahan dalam arti luas.

Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.

. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :

  • keindahan seni
  • keindahan alam
  • keindahan moral
  • keindahan intelektual.

SENI RUPA

 

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dilihat dari segi fungsinya dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa terapan, proses penciptaan seni rupa murni lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya. Sedangkan, jika ditinjau dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi 2 yaitu seni rupa 2 dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja dan seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.

Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.seni rupa terbagi menjadi dua bagian yakni senirupa murni dan senirupa terapan.

 

Seni pertunjukan

 

Seni pertunjukan (Bahasa Inggris: performance art) adalah karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. performance biasanya melibatkan empat unsur: waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.

Meskipun seni performance bisa juga dikatakan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan seni mainstream seperti teater, tari, musik dan sirkus, tapi biasanya kegiatan-kegiatan seni tersebut pada umumnya lebih dikenal dengan istilah ‘seni pertunjukan‘ (performing arts). Seni performance adalah istilah yang biasanya mengacu pada seni konseptualatau avant garde yang tumbuh dari seni rupa dan kini mulai beralih ke arah seni kontemporer.

 

SENI MUSIK

Seni musik (art musik) terdiri dari dua kata yang berbeda,  yakni “seni” dan “musik”. Jika diperhatikan secara seksama, dua kata ini memiliki unsur keterkaitan satu sama lain. Seni adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia dan diwujudkan dalam bentuk sarana.

Sedangkan musik sendiri memiliki arti hasil pengolahan suara, harmoni, melodi, vokal ritme dan tempo. Jadi jika diartikan secara harfiah maka seni musik adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia dan diwujudkan dalam bentuk olahan suara, harmoni, melodi, vokal ritme dan tempo.

Seni musik juga termasuk dalam cabang seni yang menggunakan musik sebagai sarana mengekspresikan emosi atau perasaan penciotanya. Saat ini, cabang seni tersebut telah menjadi salah satu sarana hiburan yang populer seiring dengan kemajuan teknologi yang ada.

 

PART 2

 

Perkembangan seni Berdasarkan Lokasi

 

Contoh yang paling terlihat adalah pada zaman seni hindu diindonesia  

pahatannya dan lebih kaya dengan hiasan contohnya patungPrajnaparamita, Bhairawa dan Ganesha.3

) Jaman MajapahitCandi

Majapahit sebagian besar sudah tidak utuh lagi karena terbuat dari batu bata, perbedaan dengan candi di JawaTengah yang terbuat dari batu kali / andhesit peninggalancandinya: kelompok candi Penataran, Candi Bajangratu, candiSurowono, candi Triwulan dll Kemudian pada seni patungnya sudah tidak lagi memperlihatkan gaya klasik Jawa Tengah, melainkan gaya magis monumental yang lebih menonjolkan tradisi Indonesia seperti tampak padaraut muka, pakaian batik dan perhiasan khas Indonesia. Selainpatung dari batu juga dikelan patung realistic dari Terakotta(tanah liat) hasil pengaruh darin Campa dan China, contohny apatung wajah Gajah Madac. Seni Rupa Bali HinduDi Bali jarang ditemukan candi sebab masyarakatnya tidakmengenal Kultus Raja. Seni bangunan utama di Bali adalah Puradan Puri. Pura sebagai bangunan suci tetapi di dalamnya tidakterdapat patung perwujudan Dewa karena masyarakat Bali tidakmengenal an-Iconis yaitu tidak mengebal patung sebagai objekpemujaan, adapun patung hanya sebagai hiasan saja4. Perbedaan Gaya Seni Jawa Tengah Dengan Jawa Timura. Perbedaan struktur bangunan candi- Candi Jateng terbuat dari batu adhesit, sedangkan di Jatimterbuat dari batu bata- Candi Jateng bentuknya tambun, sedangkan di Jatim bentuknyaramping- Kaki candi Jateng tidak berundak sedangkan di Jatim berundak- Atap candi Jateng pendek, sedangkan di Jatim lebih tinggi- Kumpulan candi di Jateng dengan system konsentris,sedangkan di Jatim dengan system membelakangib. Perbedaan pada seni patungnya- Patung

patung di Jateng hanya sebagai perwujudanDewa/Raja sedangkan di Jatim ada pula perwujudan manusiabisaa- Seni patung Jateng bergaya simbolis realistis, sedangkan di

Jatim jaman Singasari bergaya klasisitis dan jaman Majapahitbergaya magis monumental- Prambandala (lingkaran kesaktian) pada patung Jateng terdapatpada bagian belakang kepala, sedangkan di Jatim terdapat dibagian belakang seluruh tubuh menyerupai lidah api- Pakaian Raja / Dewa pada seni patung Jateng masihdipengaruhi tradisi India, sedangkan di Jatim khas Indonesiaseperti pakaian batik, selendang dan ikat kepalac. Perbedaan hiasan candi- Hiasan adegan cerita pada candi Jateng bergala realis,sedangkan di Jatim bergaya Wayang (distorsi)- Adegan cerita pada candi Jateng hanya tentang Mahabarata danRamayana, sedangkan di Jatim ada pula adegan cerita asliIndonesia, misalnya cerita Panji- Motif hias pada candi di Jateng bersifat Hindu dan Budhasedangkan di Jatim ada pula hias asli Indonesia sperti motifpenawakan dan gunungan serta perlambangan- Hiasan pada candi di Jatim lebih padat dan dipusatkan padaseni Cina seperti motif awan dan batu karang

 

Perkembangan Seni Berdasarkan Waktu

 

Perkembangan suatu kesenian selalu bermula dari tingkatan kesenian yang paling sederhana yang tidak mungkin langsung mencapai puncak perkembangan. Kesenian berkembang mengikuti perubahan zaman dan berdasarkan kurun waktu. Di bidang seni rupa, ditinjau dari perkembangan dan kurun waktunya sejak zaman prasejarah hingga sekarang, maka karya seni yang dihasilkan dapat dikelompokkan dalam jenis seni primitif, seni klasik, seni tradisional, seni modern, dan seni kontemporer.

Seni Primitif

Seni primitif berkembang pada zaman prasejarah, yang mana tingkat kehidupan manusia pada masanya sangat sederhana sekali dan sekaligus merupakan ciri utama, sehingga manusianya disebut orang primitif. Hal ini berpengaruh dalam kebudayaan yang mereka hasilkan. Mereka menghuni goa-goa, hidup berpindah-pindah (nomaden) dan pekerjan berburu binatang. Di bidang kesenian, karya seni yang dihasilkan juga sangat sederhana, namun memiliki nilai tinggi sebagai ungkapan ekspresi mereka. Peninggalan karya seni yang dihasilkan berupa lukisan binatang buruan, lukisan cap-cap tangan yang terdapat pada dinding goa, seperti pada dinding goa Leang-leang di Sulawesi Selatan, goa-goa di Irian Jaya, dan pada dinding goa Almira Spanyol. Selain karya lukisan, terdapat juga hiasan-hiasan pada alat-alat perburuan mereka yang berupa goresan-goresan sederhana. Karya seni yang dihasilkan hanya merupakan ekspresi perasaan mereka terhadap dunia misterius atau alam gaib yang merupakan simbolis dari perasaan-perasaan tertentu, seperti perasaan takut, senang dan perdamaian. Ciri-ciri lain dari seni premitif yaitu goresannya spontannitas, tanpa perspektif, dan warna-warnanya terbatas pada warna merah, coklat, hitam, dan putih.

Seni Klasik

Kesenian klasik merupakan puncak perkembangan kesenian tertentu, yang mana tidak dapat berkembang lagi (mandeg). Karya seni yang dianggap klasik memiliki kriteria sebagai berikut : (1) Kesenian yang telah mencapai puncak (tidak dapat berkembang lagi), (2) merupakan standarisasi dari zaman sebelum dan sesudahnya, dan (3) telah berusia lebih dari setengah abad. Selain dari ketentuan itu, suatu kesenian belum bisa dikategorikan seni klasik. Karya-karya seni klasik dapat dijumpai pada bangunan-bangunan kuno Nusantara pada zaman Hindu-Budha dan bangunan-bangunan kuno di Yunani dan Romawi.

Seni Tradisional

Tradisi artinya turun temurun atau kebiasaan. Seni tradisional berarti suatu kesnian yang dihasilkan secara turun-temurun atau kebiasaan berdasarkan norma-norma, patron-patron atau pakem tertentu yang sudah biasa berlaku. Seni tradisi bersifat statis, tidak ada unsur kreatif sebagai ciptaan baru. Sebagai contoh dapat kita lihat pada lukisan gaya Kamasan Klungkung, kriya wayang kulit, kriya batik, kriya tenun, dan sebagainya.

Seni Modern

Seni modern merupakan kesenian yang menghasilkan karya-karya baru. Seniman yang kreatif akan menghasilkan karya seni yang modern, karena di dalamnya ada unsur pembaharuan, baik dari segi penggunaan media, teknik berkarya maupun unsur gagasan/ide. Seni modern tidak terikat oleh ruang dan waktu, baik itu karya yang dihasilkan di masa lampau maupun pada masa kini aslkan ada unsur kreativitasnya. Karya-karya seni rupa modern dapat dilihat pada lukisan karya Van Gogh, Pablo Picasso, Affandi, Basuki Abdullah, Gunarsa, patung karya G. Sidharta, Edi Sunarso, Nuarta, dan sebagainya.

Seni Kontemporer

Kontemporer berarti sekarang atau masa kini. Seni kontemporer memiliki masa popularitas tertentu sehingga seni ini dapat dikatakan bersifat temporer. Seni ini dapat dinikmati pada masa populernya dan apabila sudah lewat maka masyarakat tidak lagi menyukainya. Karya-karya seni kontemporer pada mulanya muncul di Eropa dan Amerika, seperti lukisan karya Andy Warhol dan patung karya Hendri Moore. Belakangan ini, seni kontemporer telah berkembang di berbagai negara yang memiliki gagasan yang unik, seperti berupa patung dari es, lukisan pada tubuh manusia (body painting), seni instalasi, grafity, dan sebagainya.

 

Contoh Aliran Aliran Seni Lukis

 

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa. Seni lukis yaitu seni yang mengapresiasikan kreatifitas seorang seniman melalui bidang dua dimensi, seperti kanvas, kertas, papan dll. Seni lukis memiliki beragam aliran yang semakin hari semakin berkembang. Berikut macam – macam aliran seni lukis :

 

  1. Aliran Realisme

 

Aliran Realisme yaitu aliran yang menampilkan karya lukis apa adanya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari – hari dan berusaha agar lukisan seperti nyatanya tanpa ada tambahan lain.

 

Ciri – ciri aliran ini yaitu :

 

  • Kebanyakan menampilkan tentang kehidupan sehari – hari.
  • Lukisan apa adanya.
  • Lukisan juga terlihat menyatu antara objek satu dengan objek lainnya.

Tokoh – tokohnya :

  • Gustove Corbert
  • Fransisco de Goya
  • Honore Umier
  1. Aliran Surealisme

 

Aliran Surealisme yaitu aliran yang erat kaitannya dengan dunia fantasi, seolah – olah kita melukis dalam dunia mimpi. Lukisan surealisme juga biasanya memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis serta seperti khayalan.

 

Ciri – ciri :

  • Lukisan aneh dan asing.
  • Penuh dengan fantasi dan khayalan.

Tokoh – tokohnya :

  • Joan Miro
  • Salvador Dali
  • Andre Masson
  • Sudiardjo
  • Amang Rahman
  1. Aliran Romantisme

 

Aliran Romantisme adalah aliran yang berusaha menampilkan suatu lukisan dengan fantastik dan indah. Aliran ini menampilkan tentang suatu hal yang bersifat romance, seperti suatu pemandangan alam, tragedi, ataupun sejarah.

 

Ciri – ciri :

  • Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.
  • Penuh gerak dan dinamis.
  • Warna bersifat kontras dan meriah.
  • Pengaturan komposisi dinamis.
  • Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
  • Kedahsyatan melebihi kenyataan

Tokoh – tokohnya :

  • Raden Saleh
  • Eugene Delacroix
  • Theodore Gericault
  • Jean Baptiste.
  1. Aliran Naturalisme

 

Aliran Naturalisme adalah aliran yang berusaha menampilkan suatu objek lukisan secara alami. Aliran naturalisme ini memang mirip dengan realisme, bedanya naturalisme memiliki suatu tambahan agar menjadi lebih indah.

 

Ciri – ciri :

  • Kebanyakan bertemakan tentang alam
  • Memiliki teknik gradasi warna
  • Memiliki susunan perbandingan. perspektif, tekstur, perwarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin

Tokoh – tokohnya :

 

  • Raden Saleh
  • Abdullah Sudrio Subroto
  • Basuki Abdullah
  • Gambir Anom
  • Trubus
  1. Aliran Impresionisme

 

Aliran Impresionisme adalah seni yang berusaha menampilkan kesan yang ditangkap objek. Aliran Impresionisme juga biasanya memiliki gambar yang agak kabur dan tidak mendetail.

 

Ciri – ciri :

  • Goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada detailnya.
  • Warna didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina.
  • Bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer (Hitam tidak digunakan sebagai bayangan).
  • Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.
  • Pengolahan sifat transparansi cat dihindari.
  • Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan.
  • Dikerjakan di luar ruangan (en plein air)

Tokoh – Tokoh :

  • Claude Monet
  • Aguste Renoir
  • Casmile Pissaro
  • Sisley
  • Edward Degas
  • Mary Cassat
  1. Aliran Ekspresionisme

 

Aliran Ekspresionisme adalah suatu aliran yang memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun menyatakan sensasi dari dalam (baik objeknya maupun senimannya).

 

Ciri – ciri :

  • Lebih banyak mengungkapkan jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia seseorang
  • Ungkapan isi hati seseorang.
  • Imajinasi seseorang
  • Pemilihan Warna diutamakan
  • Ekspresionisme menjaga jiwa dan menemukan ‘Sturm und Drang’ dan pancarannya keluar merupakan media yang baik untuk melukiskan emosinya kepada orang lain.

Tokoh – Tokoh :

  • Vincent Van Gogh
  • Paul Gaugiuin
  • Ernast Ludwig
  • Affandi
  • Zaini
  • Popo Iskandar
  1. Aliran Abstraksionisme

 

Aliran Abstraksionisme adalah aliran yang menggunakan  warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Aliran ini dibedakan menjadi 2 yaitu abstrak kubistis dan non-figuratif.

 

Ciri – ciri :

 

Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.

 

Tokoh – Tokoh :

  • Mark Rothko
  • Clyfford Stll
  • Adolf Got Lieb
  • Robert Montherwell
  • BornetNewman
  1. Aliran Kubisme

 

Aliran Kubisme adalah aliran yang memiliki bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak.

 

Ciri – ciri :

  • Memiliki bentuk geometris
  • Memiliki perpaduan warna yang sangat perspektif.

Tokoh – Tokoh :

  • Gezanne
  • Pablo Picasso
  • Metzinger
  • Braque
  • Albert Glazes
  • Fernand Leger
  • Robert Delaunay

 

Penjelasan Berbagai Aliran dalam Karya Sastra

Aliran sastra pada dasarnya berupaya menggambarkan prinsip (pandangan hidup, politik, dll) yang dianut sastrawan dalam menghasilkan karya sastra. Dengan kata lain, aliran sangat erat hubungannya dengan sikap/jiwa pengarang dan objek yang dikemukakan dalam karangannya. Istilah-istilah naturalis, materialis, dan idealis, adalah istilah-istilah yang digunakan di kalangan ilmu filsafat sebagai suatu paham, pandangan, atau falsafah hidup yang akhirnya di kalangan ilmu sastra merupakan aliran yang dianut seseorang dalam menghasilkan karyanya.

 

Aliran dalam karya sastra biasanya terlihat pada periode tertentu. Setiap periode sastra biasanya ditandai oleh aliran yang dianut para pengarang pada masa itu. Bahkan unsur aliran yang menjadi mode pada periode tertentu merupakan ciri khas karya sastra yang berada pada masa tersebut. Aliran-aliran yang terdapat di dalam karya sastra tidak dapat dicap sepenuhnya kepada seorang pengarang. Sutan Takdir Alisyahbana, misalnya dalam karyanya ia idealis tetapi juga romantis, sehingga ia juga dikenal sebagai seorang yang beraliran romantis-idealis. Dalam aliran idealisme terdapat aliran romantisme, simbolisme, ekspresionisme, mistisisme,  dan surealisme. Sedangkan yang termasuk ke dalam aliran materialisme ialah aliran realisme, naturalisme, impresionisme, serta determinisme. Aliran lain yang berpandangan ke arah manusia sebagai pribadi yang unik dikenal sebagai aliran eksistensialisme.

 

Aliran-aliran Dalam Karya Sastra

 

Pada prinsipnya, aliran sastra dibedakan menjadi dua bagian besar,yaitu:

  1. Aliran Sastra idealisme
  2. Aliran Sastra materialisme

 

Ada juga pendapat yang mengatakan pembagian atas :

  1. Aliran Ekspresionis
  2. Aliran Impresionis

 

Nah sementara kita akan jelaskan poin yang pertama, tetapi nanti bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya sama karena dalam aliran idealisme jenisnya akan muncul ekspresionis, begitu juga sebaliknya, jika yang menggunakan pendapat Ekspresionis akan muncul jenis Idealisme. Jadi terserah mau pakai yang mana.

 

Jenis-jenis Aliran Sastra Idealisme

 

Idealisme merupakan aliran romantik yang bertolak dari cita-cita yang dianut oleh penulisnya.

 

Menurut aliran ini, segala sesuatu yang terlihat di alam ini hanyalah merupakan bayangan dari bayangan abadi yang tidak terduga oleh pikiran manusia. Aliran idealisme ini dapat dibagi menjadi 5, diantaranya:

(a) romantisisme

(b) simbolik

(c) mistisisme

(d) surealisme

(e) ekspresionisme

 

  1. Romantisisme adalah aliran karya sastra yang sangat mengutamakan perasaan, sehingga objek yang dikemukakan tidak lagi asli, tetapi telah bertambah dengan unsur perasaan si pengarang. Aliran ini dicirikan oleh minat pada alam dan cara hidup yang sederhana, minat pada pemandangan alam, perhatian pada kepercayaan asli, penekanan pada kespontanan dalam pikiran, tindakan, serta pengungkapan pikiran. Pengikut aliran ini menganggap imajinasi lebih penting daripada aturan formal dan fakta. Aliran ini kadang-kadang berpadu dengan aliran idealisme dan realisme sehingga timbul aliran romantik idealisme, dan romantik realisme.

 

Romantik idealisme adalah aliran kesusastraan yang mengutamakan perasaan yang melambung tinggi ke dalam fantasi dan cita-cita. Hasil sastra Angkatan Pujangga Baru umumnya termasuk aliran ini. Sementara romantik realism mengutamakan perasaan yang bertolak dari kenyataan (contoh: puisi-puisi Chairil Anwar dan Asrul Sani).

 

Aliran romantisme mengutamakan rasa, sebagai lawan aliran realisme. Pengarang romantis mengawan ke alam khayal, lukisannya indah membawa pembaca kea lam mimpi. Yang dilukiskannya mungkin saja terjadi, tetapi semua dilukiskan dengan mengutamakan keharuan rasa para pembaca. Bila seseorang berada dalam keadaan gembira, maka suasana sekitarnya harus pula memperlihatkan suasana yang serba gembira, hidup, berseri-seri. Demikian juga sebaliknya. Kata-katanya pilihan dengan perbandingan-perbandingan yang  muluk-muluk.Romantisme Idealis, aliran yang didasarkan pada ide pengarang semata-mata. Pengarang memandang ke masa yang dapat memberikan bahagia kepadanya atau kepada nusa dan bangsanya. Seolah-olah pengarang seorang juru ramal yang merasa bahwa ramalannya (fantasinya) pasti atau sekurang-kurangnya mungkin terjadi. Aliran kesusastraan yang mengutamakan perasaan yang melambung tinggi ke dalam fantasi dan cita-cita.

 

  1. Simbolik adalah aliran yang muncul sebagai reaksi atas realisme dan naturalisme. Pengarang berupaya menampilkan pengalaman batin secara simbolik. Dunia yang secara indrawi dapat kita cerap menunjukkan suatu dunia rohani yang tersembunyi di belakang dunia indrawi. Aliran ini selalu menggunakan simbol atau perlambang hewan atau tumbuhan sebagai pelaku dalam cerita.  

 

  1. Mistisisme adalah aliran kesusastraan yang bersifat melukiskan hubungan manusia dengan Tuhan. Mistisisme selalu memaparkan keharuan dan kekaguman si penulis terhadap keagungan Maha Pencipta. Contoh karya sastra yang beraliran ini adalah sebagaian besar karya Amir Hamzah, Bahrum Rangkuti, dan J.E.Tatengkeng.

 

  1. Surealisme adalah aliran karya sastra yang melukiskan berbagai objek dan tanggapan secara serentak. Karya sastra bercorak surealis umumnya susah dipahami karena gaya pengucapannya yang melompat-lompat dan kadang terasa agak kacau. Contoh karya sastra aliran ini misalnya Radio Masyarakat karya Rosihan Anwar, Merahnya Merah karya Iwan Simatupang, dan Tumbang karya Trisno Sumardjo.

 

  1. Ekspresionisme adalah aliran karya sastra yang merasakan apa yang bergejolak dalam jiwanya. Pengarang ekspresionisme menyatakan perasaan cintanya, bencinya, rasa kemanusiaannya, rasa ketuhanannya yang tersimpan di dalam dadanya. Baginya, alam hanyalah alat untuk menyatakan pengertian yang lebih tentang manusia yang hidup. Pernyataan jiwa sendiri ini terutama dinyatakan dengan bentuk puisi karena puisi adalah alat utama pujangga sastra untuk melukiskan perasaannya. Sajak-sajak Chairil Anwar kebanyakan ekspresionistik sifatnya.

Aliran ini juga memunculkan aliran seperti aliran Psikologisme,

 

Jenis-jenis Aliran Sastra Materialisme

 

Materialisme berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang bersifat kenyataan dapat diselidiki dengan akal manusia. Dalam kesusastraan, aliran ini dapat dibedakan atas

(1) realisme

(2) Naturalisme

(3) impresionisme

 

  1. Realisme adalah aliran karya sastra yang berusaha menggambarkan/memaparkan/ menceritakan sesuatu sebagaimana kenyataannya. Aliran ini umumnya lebih objektif memandang segala sesuatu (tanpa mengikutsertakan perasaan). Sebagaimana kita tahu, Plato dalam teori mimetiknya pernah menyatakan bahwa sastra adalah tiruan kenyataan/ realitas.

 

Berangkat dari inilah kemudian berkembang aliran-aliran, seperti: naturalisme, dan determinisme.

 

Realisme sosialis adalah aliran karya sastra secara realis yang digunakan pengarang untuk mencapai cita-cita perjuangan sosialis. Penjelasan lengkap bisa lihat di Teori Realisme Sosial

 

Ada tiga paham yang berkembang dari aliran realisme

(1) saintisme (hanya sains yang dapat menghasilkan pengetahuan yang benar),

(2) positivisme ( menolak metafisika, hanya pancaindra kita berpijak pada kenyataan)

(3) determinisme (segala sesuatu sudah ditentukan oleh sebab musabab tertentu).

 

  1. Naturalisme adalah aliran karya sastra yang ingin menggambarkan realitas secara jujur bahkan cenderung berlebihan dan terkesan jorok. Aliran ini berkembang dari realisme.

 

  1. Impresionisme adalah aliran kesusastraan yang memusatkan perhatian pada apa yang terjadi dalam batin tokoh utama. Impresionisme lebih mengutamakan pemberian kesan/pengaruh kepada perasaan daripada kenyataan atau keadaan yang sebenarnya.

 

Source

http://artikelakel.blogspot.co.id/2012/12/perkembangan-kesenian-mulai-dari-seni.html

http://sumberilmu.info/2008/02/24/perkembangan-kesenian/

http://setyawati-nani.blogspot.co.id/2014/10/aliran-sastra-realisme-ekspresionisme.html

http://www.bantubelajar.com/2015/01/macam-aliran-seni-lukis-ciri-dan-tokoh.html

Wikipedia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s